Dasar-Dasar Fiber Optik

Dasar-Dasar Fiber Optik

 Fiber Optik adalah suatu jenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus, dan digunakan sebagai media transmisi, karena dapat mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat yang lainnya dengan kecepatan sangat tinggi. Fiber optik atau serat optik menjadi salah satu komponen yang cukup populer dalam dunia teknologi komunikasi belakangan ini. Karena, kabel jaringan jenis ini memiliki kecepatan akses yang tinggi sehingga banyak digunakan sebagai saluran komunikasi.

 Dasar-Dasar Fiber Optik Secara umum, kabel fiber optik itu terdiri atas 3 bagian dimana masing masing bagian mempunyai peranan dan fungsi masing masing. fiber optik Core atau disebut juga inti, berfungsi untuk menentukan cahaya merambat dari satu sisi ke sisi lainnya. Cladding (lapisan) berfungsi sebagai kaca untuk memantulkan cahaya agar dapat merambat ke ujungnya. Coating (jaket) berfungsi sebagai pelindung mekanis dan tempat kode warna. Untuk lebih jelasnya sobat dapat membaca penjelasan berikut ini :
Core • Terbuat dari Bahan kuarsa dengan kualitas yang sangat tinggi. • Core merupakan bagian utama dari serat optik karena perambatan cahaya terjadi pada bagian ini. • Memiliki diameter 10mm – 50 mm. Ukuran core sangat mempengaruhi karakteristik fiber optik.

Cladding • Bagian ini terbuat dari bahan gelas dengan indeks bias lebih kecil dari core. • Merupakan selubung dari core. • Hubungan indeks bias antara core dan cladding dapat mempengaruhi perambatan cahaya pada core tersebut.

Coating • Bagian coating ini terbuat dari bahan plastik yang berfungsi untuk melindungi serat optik dari kerusakan. Secara umum, penggunaan fiber optik mempunyai kelebihan seperti : Memiliki Band width lebar => Informasi yang dikirim dalam satu saat lebih banyak. Mempunyai Redaman yang kecil => Jarak jangkau pengiriman tanpa repeater lebih jauh. Kebal terhadap induksi => Tidak terpengaruh oleh kilat dan transmisi radio. Memiliki Keamanan rahasia informasi lebih baik => Penyadapan informasi dengan induksi atau hubungan sederhana tidak dapat dilakukan. Aman dari bahaya listrik => Tidak ada bahaya sengatan listrik, kebocoran ke tanah ground atau hubung singkat Penggunaan fiber optik juga memiliki kekurangan yang dapat mempengaruhi kecepatan transfer data dari suatu tempat ke tempat yang lainnya : Tidak dapat menyalurkan energi listrik. Pada sistem repeater, transmistter dan receiver perlu pengubahan energi listrik ke optik dan sebaliknya. Perangkat sambung relatif lebih sulit, karena terbuat dari gelas silica, memerlukan penanganan yang lebih hati-hati. Perangkat terminasi lebih mahal. Perbaikan lebih sulit. Sekian dulu artikel tentang dasar-dasar fiber optik

You may like these posts