-->

iklan atas

Cara Riset Keyword Terbaik Dalam 4 Langkah Mudah

 


Untuk menaikkan peringkat website di mesin pencari, kamu ingin membuat konten yang isinya berkualitas, tanpa tanding.


Kamu pun mulai mencoba cara riset keyword, menulis konten, dan akhirnya mempublishnya!


Tapi sayang, setelah menunggu berminggu-minggu, konten yang kamu buat tak kunjung mendapat views. Ada apa gerangan?


Ternyata, ada satu masalah: Tidak ada satu pun orang yang mencari topik kontenmu. Itulah mengapa kontenmu tidak mendapat kunjungan sama sekali.


Jadi, bagaimana cara agar kamu tahu bahwa topik kontenmu banyak dicari? Tenang, caranya gampang kok. Kamu hanya perlu melakukan riset keyword.


Dengan mengetahui cara riset keyword yang benar, kamu bisa memastikan apakah topik yang kamu bahas berpotensi mendatangkan views atau tidak.


Di sini, kamu akan mempelajari cara lengkap riset keyword. Selain itu, kamu juga akan melihat berbagai tools ampuh untuk mencari keyword yang tepat.


Ingin tahu caranya? Yuk simak sampai selesai!


Apa itu Riset Keyword?

Riset keyword adalah proses mencari keyword yang tepat untuk kamu pakai di konten SEO. Dengan begitu, kemungkinan konten websitemu mendapat banyak views jadi lebih besar.


Contohnya, kamu berencana untuk membuat konten dengan keyword “cara buat website restoran”. Setelah dicek, ternyata tidak ada orang yang mencarinya.


Jadi, menggunakan keyword tersebut sama saja seperti menawarkan produk yang tidak ada pembelinya.


Oleh karena itu, kamu pun mencari keyword lain. Dan ternyata, keyword “cara membuat website” punya jumlah pencarian yang lebih menjanjikan, yaitu 33 ribu:


Berdasarkan hasil tersebut, akhirnya kamu pun memutuskan untuk membuat konten dengan topik “cara membuat website”.


Perlu diperhatikan bahwa riset keyword tidak akan menjamin kontenmu untuk langsung mendapat banyak views. Karena semuanya kembali ke kualitas kontenmu serta relevansinya dengan keywordnya.


Walaupun begitu, setidaknya riset keyword akan membuatmu tidak salah pilih topik. Dan kamu bisa tahu bahwa topik yang kamu bahas banyak dicari orang.


Metrik yang Perlu Diperhatikan Ketika Riset Keyword

Nah, jadi apa saja sih metrik yang perlu kamu perhatikan saat melakukan riset keyword? Sebagai contoh, mari kita lihat metrik keyword di Ubersuggest:


  • Trend – Mengukur tren pencarian keyword tersebut.
  • Volume – Mengukur jumlah pencarian keyword tersebut dalam sebulan.
  • CPC (Cost per Click) – Mengukur rata-rata harga per klik yang mesti kamu keluarkan jika beriklan dengan keyword tersebut. Semakin mahal, semakin tinggi nilai keywordnya.
  • PD (Paid Difficulty) – Mengukur seberapa sulit persaingan jika kamu mencoba untuk beriklan dengan keyword tersebut. Semakin tinggi, semakin sulit untuk bersaing.
  • SD (SEO Difficulty) – Mengukur seberapa sulit untuk meraih peringkat tinggi di keyword tersebut. Semakin tinggi angkanya, semakin tinggi pula tingkat persaingannya.

Setelah memahami metrik-metrik tersebut, apa kesimpulan yang bisa diambil?


Tentu saja kamu harus memilih keyword yang tren pencariannya stabil, atau bahkan meningkat. Begitu pula dengan volume pencariannya.


Apakah kamu ingin berikan di keyword yang kompetisinya tinggi, atau rendah? Hal ini akan menentukan angka CPC dan PD keyword yang kamu pilih. 


Jika CPC dan PD-nya rendah, berarti kamu ingin iklanmu lebih mudah tampil (karena persaingannya rendah). Sebaliknya, jika CPC dan PD-nya tinggi, berarti keywordnya lebih populer.


Selain itu, sebisa mungkin kamu memilih keyword yang SD-nya tidak terlalu tinggi. Sehingga kesempatanmu untuk meraih halaman pencarian bisa lebih besar.


Oke, sekarang kamu sudah paham apa saja metrik yang perlu diperhatikan saat riset keyword. Tapi… Bagaimana sih cara risetnya? Yuk kita lihat di bagian selanjutnya!


Cara Riset Keyword Dalam 4 Langkah Mudah

Barangkali kamu berpikir bahwa cara riset keyword itu sulit. Tapi kenyataannya tidak seperti itu kok. Justru sebaliknya, kamu bisa melakukannya dalam empat langkah mudah! 


Mari kita cek satu per satu!


1. Mengidentifikasi Search Intent

Untuk membuat konten yang tepat untuk pembaca, tentu kamu harus tahu apa yang mereka inginkan. Itulah mengapa kamu harus mengidentifikasi search intent.


Search intent adalah niat pembaca saat sedang melakukan pencarian. Mengapa ini penting? Karena jika kamu salah mengidentifikasi niat pembaca, tentu kontenmu akan salah sasaran. 


Contohnya begini, misalkan ada pengguna Google yang mencari “soto ayam surabaya” di Google. Untuk mengetahui apa yang mereka cari, kamu bisa mengecek keyword tersebut di Ubersuggest.


Berdasarkan hasilnya, kamu tahu bahwa halaman yang paling sering dikunjungi adalah halaman tentang “resep soto ayam surabaya”.


Konten lain yang sering mendapat kunjungan adalah konten tentang “rekomendasi restoran terbaik yang menjual soto ayam surabaya”.


Jadi, jika kamu ingin mendapat banyak views, kamu bisa menargetkan kedua search intent tersebut.


2. Memilih Keyword

Misalkan search intent yang kamu pilih adalah “resep soto ayam surabaya”. Hal yang perlu kamu tentukan selanjutnya adalah keyword.


Kamu perlu tahu, apakah keyword “resep soto ayam surabaya” merupakan keyword yang layak ditargetkan?


Nah, pada tahap ini, kamu bisa menggunakan metrik riset keyword yang sudah kamu pelajari sebelumnya. Mari kita ambil contoh!


riset keyword soto ayam surabaya

Berdasarkan hasil cara riset keyword dengan Ubersuggest, kamu tahu bahwa keyword “resep soto ayam surabaya” punya jumlah volume pencarian yang cukup baik (720).


Selain itu, kamu juga tidak perlu kesulitan bersaing untuk masuk ke halaman pertama pencarian. Karena angka SD (SEO Difficulty)-nya hanya 6.


Jika kamu ingin beriklan di keyword ini, kamu juga tak usah khawatir. Karena PD (Paid Difficulty)-nya hanya 2. Artinya, pesaing untuk keyword ini sangat sedikit.


3. Memasang Keyword

Oke, misalkan kamu menargetkan keyword “soto ayam surabaya”. Selanjutnya apa yang perlu kamu lakukan?


Jadi, kamu perlu memasukkan keyword tersebut ke dalam kontenmu. Sehingga, Google tahu bahwa kontenmu relevan dengan keyword tersebut.


Selain memasukkannya ke dalam isi konten, kamu juga mesti menuliskannya di tempat-tempat berikut:


  • Judul – Pastikan keywordnya muncul di judul terlebih dahulu. Contohnya seperti “Resep Soto Ayam Surabaya Terenak dan Anti Gagal!”
  • Meta Description – Meta description merupakan deskripsi singkat dari kontenmu. Saat mendeskripsikan konten, pastikan kamu menggunakan keywordnya juga di dalamnya. Kamu bisa menuliskan meta description dengan plugin WordPress seperti Yoast SEO. 
  • Heading – Dengan memasang heading, pembaca akan lebih mudah memahami kontenmu. Dan heading pun cenderung lebih mudah ditangkap daripada isi konten. Jadi, pasanglah keywordnya juga di dalam heading. 
  • Alt Text – Alt text adalah deskripsi dari gambar yang kamu upload. Agar gambarnya relevan dengan keyword yang kamu sasar, pastikan keywordnya juga muncul di dalam alt text.
  • Judul Media – Untuk membuat gambar atau video di dalam konten relevan dengan target keyword, pastikan kamu memasukkan keyword ke dalam nama filenya.


Kelihatannya banyak juga ya keyword yang mesti dimasukkan? Walau begitu, kamu harus menahan diri, jangan sampai gegabah saat memasukkan keyword.


Kok begitu? Bukankah lebih banyak keyword, lebih bagus ya? 


Tidak juga. Malah sebaliknya, jika kamu asal memasukkan keyword, isi kontennya akan terlihat aneh dan repetitif. Akibatnya, pembaca tidak akan bisa menikmati kontennya. 


Praktik ini biasa disebut sebagai keyword stuffing. Website yang terbukti melakukan keyword stuffing akan diturunkan peringkatnya oleh Google.


Lalu solusinya bagaimana? Gampang, kamu boleh saja memasukkan keyword ke judul, isi, dan heading kontennya. Tapi, pastikan keywordnya ditempatkan secara relevan. Sehingga, kalimatnya bisa tetap enak dibaca.


Karena, tulisanmu bukan hanya untuk menaikkan peringkat di Google saja. tapi juga untuk dinikmati para pembaca.


4. Mengawasi Performa Keyword

Setelah berhasil menemukan keyword yang tepat dan memasukkannya ke dalam konten, apakah semuanya selesai?


Tentu saja tidak. Kamu masih harus mengawasi performa keywordnya. Apakah sesuai dengan harapan?


Nah, untuk mengetahui apakah performanya bagus atau tidak, kamu bisa mengukur beberapa metrik. Metrik-metrik ini bisa kamu temukan di Google Analytics.


  • Traffic – Mengukur berapa banyak jumlah pengunjung yang berhasil kamu dapat setelah menargetkan keyword tersebut.
  • Click-through Rate (CTR) – Mengukur persentase orang yang mengklik kontenmu saat melihatnya di halaman pencarian. Semakin tinggi persentasenya, semakin menarik kontennya.
  • Bounce Rate – Persentase pengunjung yang meninggalkan kontenmu dalam waktu singkat. Semakin rendah persentasenya, semakin bagus. Karena artinya, pengunjung betah membaca kontenmu. 

Selain itu, kamu juga bisa mengecek Page Authority (PA), yaitu skor yang mengukur kemungkinan kontenmu meraih peringkat tinggi di hasil pencarian Google. 


3 Keyword Tool (Gratis) Terbaik Selain Ubersuggest

Di atas, Anda sudah belajar cara riset keyword dengan Ubersuggest secara tepat. Tapi, sebenarnya masih ada keyword tool lain yang bisa kamu gunakan lho.


Jangan khawatir, semua keyword tool di bawah ini bisa kamu gunakan secara gratis kok!


1. Keywordtool.io


Jika kamu sedang mencari inspirasi keyword, Keyword Tool merupakan alat yang tepat!


Di sini, kamu bisa melakukan pencarian keyword berbahasa Indonesia. Hasil keyword yang ditampilkan pun cukup banyak.


Akan tetapi, kamu hanya bisa melihat keywordnya saja. Jika kamu ingin mengetahui metrik lain seperti tren pencarian, volume pencarian, dan tingkat kompetisi keyword, kamu perlu berlangganan ke Keyword Tool Pro.


Kamu bisa mulai menikmati fitur lengkap Keyword Tool Pro mulai dari $69 atau Rp960 ribuan per bulan.


2. Soovle


Tahukah kamu? Orang-orang tidak hanya melakukan pencarian di Google saja lho. Mereka juga melakukan pencarian di mesin pencari lain seperti Yahoo dan Bing.


Nah, untuk melihat pencarian di berbagai platform, kamu bisa menggunakan Soovle. Alat ini secara otomatis akan menampilkan rekomendasi keyword dari platform-platform ternama seperti Wikipedia, Answers.com, dan YouTube.


Selain itu, kamu juga bisa mengetahui keyword pencarian dari para calon pembeli di Amazon.com. 


Alat ini merupakan pilihan yang tepat jika kamu ingin mendapat inspirasi keyword dari berbagai platform dalam waktu bersamaan. Keren, bukan?


3. Google Autocomplete

Sebetulnya Autocomplete kurang tepat jika disebut sebagai tool, karena sebetulnya ini merupakan salah satu fitur dari Google.


Cara penggunaannya sangat gampang, kamu hanya perlu mengetikkan keyword ke kolom pencarian Google. Lalu kamu akan melihat rekomendasi keyword terkait. Contohnya seperti ini:


Mengapa hasil Google Autocomplete merupakan inspirasi keyword yang bagus? 


Karena seluruh rekomendasi yang muncul merupakan keyword-keyword yang sering dicari oleh pengguna Google.


Sudah Siap Melakukan Riset Keyword?

Sekarang Anda sudah mengetahui cara riset keyword serta berbagai tools pendukungnya. Mudah sekali, bukan?


Memahami riset keyword merupakan langkah awal untuk praktik SEO yang efektif. Dengan menargetkan keyword yang tepat, konten Anda akan tepat sasaran.

LihatTutupKomentar